Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aktifitas Fisik Dapat Mencegah Kematian Dini


Aktifitas Fisik Dapat Mencegah Kematian Dini

Meningkatnya kematian karena penyakit tidak menular di Indonesia berdasarkan Riskesda Tahun 2010 sebesar 59,5% dan telah menyadarkan para pengambil kebijakan untuk segera menetapkan kebijakan dalam rangka mencegah kematian dini pada penduduk. Bukti ilmiah sangat kuat menunjukkan bahwa aktivitas fisik bisa menurunkan risiko kematian dini (kematian yang lebih cepat dari umur rata-rata untuk kelompok penduduk spesifik) dari penyebab kematian utama, seperti penyakit jantung dan kanker.

Melakukan aktivitas fisik sangat berdampak positif bagi Manusia. Pertama, orang yang melakukan aktivitas fisik aktif selama 7 jam dalam 1 minggu mempunyai risiko 40% lebih rendah mengalami kematian dini dibandingkan dengan mereka yang melakukan aktivitas fisik kurang dari 30 menit seminggu. Kedua, tidak perlu melakukan aktivitas fisik dalam jumlah yang sangat banyak, sangat intensif dan berlebihan untuk menurunkan risiko kematian dini. Peneliti menunjukkan banyak sekali penurunan risiko jika orang melakukan sedikitnya 2,5 jam (150 menit) senam aerobik yang sedang secara intensif (moderate-instensity aerobic physical activity).

Contoh aktivitas fisik yang menyehatkan

  • Berjalan kaki.
  • Olahraga (sesuai dengan hobi, kebutuhan dan kemampuan).
  • Membersihkan rumah.
  • Membersihkan halaman rumah.
  • Serta aktivitas fisik positif lainnya.

Jadi, aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat mencegah kematian dini pada setiap orang. Oleh karena itu lakukanlah akitivitas-aktivitas fisik yang sifatnya positif, dan harus rutin dilakukan setiap hari agar tubuh tetap bugar, sehat, dan yang utama dapat mencegah kematian dini.